Kanker Serviks
Diagnosis Penyakit Kanker Serviks
Diposting oleh Farham
Secara umum, kanker serviks dapat dideteksi dengan mengetahui perubahan kondisi pada daerah serviks atau mulut rahim. Kapan hal tersebut perlu dilakukan oleh seorang wanita? Menurut panduan yang dikeluarkan oleh Persatuan Ahli Kebidanan dan Kandungan di Amerika Serikat, setiap wanita seharusnya melakukan tes Pap smear untuk deteksi dini kanker serviks sejak 3 tahun pertama dimulainya aktivitas seksual atau pada usia 21 tahun.
Salah satu cara yang baik untuk mendeteksi kanker serviks secara dini adalah dengan melakukan pap smear secara teratur. Pap smear memiliki peran sangat penting dalam mendiagnosis kanker serviks. Dengan melakukan pap smear secara teratur maka banyak wanita akan terhindar dari kanker serviks. Tes Pap smear dapat mendeteksi sedini mungkin adanya sel abnormal sebelum berkembang menjadi lesi prakanker atau kanker serviks, terutama pada wanita dengan aktivitas seksual yang aktif ataupun yang telah divaksinasi. Pada dasarnya Pap smear ini mengambil sediaan dari epitel permukaan (sel pada permukaan/dinding) serviks yang mengelupas/eksfoliasi di mana epitel permukaan serviks selalu mengalami regenerasi dan digantikan oleh lapisan epitel di bawahnya. Epitel yang eksfoliasi ini merupakan gambaran keadaan epitel jaringan di bawahnya juga. Kemudian, sediaan ini diwarnai secara khusus dan dilihat di bawah mikroskop untuk dikenali lebih lanjut untuk dibedakan derajat lesi kankernya. Tes ini memiliki tingkat sensitivitas 90% apabila dilakukan setiap tahun, 87% jika dilakukan setiap dua tahun, 78% setiap tiga tahun, dan 68% jika dilakukan setiap lima tahun sekali.
Uji Colposcopy untuk Mendukung Diagnosis yang Lebih Baik
Jika pada saat pap smear ditemukan ketidaknormalan pada serviks, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan colposcopy. Colposcopy adalah suatu pengujian yang memungkinkan dokter untuk melihat serviks (leher rahim) lebih dekat dengan menggunakan sebuah alat bernama colposcope. Colposcope akan dimasukkan ke dalam vagina dan kemudian gambar yang ditangkap oleh alat tersebut akan ditampilkan pada layar computer atau televisi. Dengan cara seperti ini, kondisi yang terjadi dalam leher rahim akan sangat jelas terlihat.
Biopsi Serviks dan Kuretase
Selama melakukan colposcopy, dokter mungkin saja melakukan biopsy dan tentunya biopsy ini dilakukan berdasarkan apa yang dia temukan selama pemeriksaan itu. Biopsi serviks dilakukan dengan cara mengambil sejumlah contoh jaringan serviks untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Dibutuhkan hanya beberapa detik untuk melakukan biopsi contoh jaringan dan hanya menimbulkan ketidaknyamanan dalam waktu yang tidak lama. Jika diperlukan maka akan dilakukan biospi disekitar area serviks, tergantung pada temuan saat melakukan colposcopy.
Bersamaan dengan biopsi serviks, kuretase endoserviks juga bisa dilakukan. Selama kuretase, dokter akan menggunakan sikat kecil untuk menghilangkan jaringan pada saluran endoserviks, area antara uterus dan serviks. Kuretase akan menimbulkan sedikit nyeri, tapi nyeri akan hilang setelah kuretase dilakukan. Hasil biopsi dan kuretase biasanya baru bisa dilihat paling tidak 2 minggu.
Tes lain untuk mendeteksi dini kanker serviks yaitu dengan melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Gunanya adalah untuk melihat ada tidaknya sel yang mengalami displasia dengan melakukan tes visualisasi menggunakan larutan asam asetat 3-5% dan larutan iodium lugol yang dioleskan pada serviks untuk kemudian dilihat perubahan warna yang terjadi setelah dioleskan.
Dikatakan IVA positif jika ditemukan adanya area berwarna putih disertai dengan permukaan tinggi dengan batas yang jelas di sekitar zona peralihan di leher rahim. Metode IVA dapat menjadi alternatif tes Pap smear yang mudah dan praktis dilakukan karena dapat dilakukan oleh bidan praktik swasta maupun di tempat-tempat terpencil serta hanya membutuhkan alat sederhana untuk pemeriksaan ginekologi dasar.
Anda dapat mengetahui ciri-ciri kanker serviks dan penyebab terjadinya kanker serviks disini




