Kanker

Kanker Payudara

kanker

Obat Kanker Payudara

Diposting oleh : farham

 

kanker payudara

kanker payudara

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang cara melakukan deteksi dini dan menghindari kanker payudara, mengetahui gejala-gejala kanker payudara, pilihan pengobatan secara medis yang tersedia, dan mengapa herbal Sarang Semut Papua adalah salah satu pilihan tepat sebagai obat kanker payudara.

Kanker payudara (karsinoma payudara) adalah tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan tidak menutup kemungkinan jika terjadi pada kaum pria, hanya saja kasusnya sangat jarang. Frekuensi kasus penyakit ini relatif tinggi di negara maju dan merupakan yang terbanyak diderita dari jenis kanker lainnya.

Gejala-Gejala Kanker Payudara

Ada beberapa gejala kanker payudara yang dapat dilihat. Berikut adalah gejala-gejala yang dimaksud:

  1. Adanya benjolan pada payudara yang dapat diraba.
  2. Perubahan bentuk dan ukuran payudara.
  3. Adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang sukar sembuh.
  4. Adanya cairan (darah atau nanah-berwarna kuning sampai kehijauan) yang keluar dari puting susu.
  5. Perubahan pada puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan tertarik ke dalam (retraksi).
  6. Adanya kerutan-kerutan (seperti jeruk purut) pada kulit payudara.
  7. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Segera periksakan payudara Anda ke dokter bila timbul gejala-gejala yang telah disebutkan, agar bisa segera ditangani dengan baik.

Deteksi Dini Kanker Payudara

Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium awal. Untuk mendeteksi secara dini, dapat dilakukan pemeriksaan sendiri pada payudara setiap 5-7 hari setelah masa menstruasi, dengan mammografi (pemeriksaan dengan sinar X), atau dengan biopsi (mengangkat sedikit jaringan kelenjar susu untuk diagnosis).

Faktor Resiko Terserang Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti tetapi ada beberapa faktor resiko yang memungkinkan seorang wanita terserang penyakit ini, yakni sebagai berikut:

  1. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
  2. Wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan.
  3. Kehamilan pertama terjadi setelah berumur 30 tahun.
  4. Mendapat menstruasi pertama pada usia di bawah 12 tahun dan menopause setelah usia 55 tahun.
  5. Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen.
  6. Obesitas pasca menopause dan pemakaian alkohol.
  7. Bahan kimia – Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen.
  8. Penggunaan DES (dietilstilbestrol). Wanita yang mengonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara.

Perlu diingat bahwa faktor-faktor yang disebutkan diatas tidaklah selalu dapat memicu serangan kanker payudara.

Pencegahan Kanker Payudara

Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan. Tetapi, beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup, secara umum bisa mengurangi angka terjadinya kanker. Saat ini, faktor yang terbukti memegang peranan penting dalam proses terjadinya tumor adalah hormon estrogen.

Estrogen merupakan hormon kelamin sekunder yang berfungsi untuk membentuk dan mematangkan organ kelamin wanita, termasuk payudara, selama pubertas. Estrogen memicu pertumbuhan dan pematangan sel di organ kelamin wanita yang disebut sel duct.

Sel duct ini kemudian akan membelah secara normal. Saat-saat pematangan sel duct ini merupakan saat yang paling rentan bagi sel tersebut terkena mutasi. Jika ada satu sel yang mengalami mutasi akibat faktor keturunan, radiasi, radikal bebas, dll, maka sel tersebut dapat membelah secara berlebihan yang seterusnya akan berkembang menjadi kanker.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa estrogen merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab terhadap resiko terjadinya kanker payudara. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar dapat terhindar dari kanker payudara:

  1. Lakukan deteksi dini (pemeriksaan sendiri) setiap bulan setelah masa haidĀ  dan pemeriksaan klinis (mammografi dan biopsi).
  2. Hindari mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi.
  3. Penggunaan obat atau alat kontrasepsi yang mengandung hormon harus atas petunjuk dokter.
  4. Menyusui bayi selama mungkin (sampai sekitar 2 tahun).
  5. Banyak mengonsumsi buah dan sayur serta kedelai termasuk produk olahannya.

Pilihan Obat Kanker Payudara

Sama seperti jenis kanker lainnya, pengobatan kanker payudara dapat dilakukan secara medis atau secara alami. Pengobatan medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon. Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker pada daerah yang terkena.

Sedangkan, kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Pada terapi hormon terdapat beberapa golongan obat yang digunakan sebagai obat kanker antara lain adalah golongan antiestrogen yang salah satu obatnya adalah Tamoksifen. Efek samping yang ditimbulkan antara lain rasa panas dan kemerahan pada wajah, gangguan saluran pencernaan, leukopenia & trombositopenia ringan, perdarahan vagina, gatal-gatal pada vulva/pukas (alat kelamin luar perempuan), dan ruam kulit.

Selain pengobatan medis seperti yang disebutkan di atas, Anda juga dapat mempertimbangkan pengobatan kanker payudara secara alami. Salah satu herbal antikanker alami yang sudah terbukti khasiatnya adalah Sarang Semut (Myrmecodia pendans) yang berasal dari belantara hutan Papua. Kemampuan Sarang Semut secara empiris sebagai obat kanker payudara tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor dan kanker, diantaranya:

  1. Inaktivasi karsinogen. Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  2. Antiproliferasi. Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  3. Penghambatan siklus sel. Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalamĀ  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  4. Induksi apoptosis dan diferensiasi. Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  5. Inhibisi angiogenesis. Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  6. Pembalikan resistensi multi-obat. Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Selain flavonoid, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol sifatnya mirip dengan vitamin E yang berefek antioksidan dan antikanker dalam tubuh. Zat ini menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. “Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya”, ujar dokter ahli nutrisi, Ahmad Sulaeman PhD.

Sumber : http://www.deherba.com

Ad

{lang: 'id'}